KODE ETIK DAN PROFESIONALISME DALAM PENDIDIKAN KEBIDANAN

Posted on

Di dalam profesi apapun kita mengenal istilah Kode Etik. Kode Etik adalah kumpulan norma atau azas yang diterima oleh suatu kelompok sebagai landasan tingkah laku. Sedangkan kode etik guru adalah  suatu statemen formal yang merupakan norma (aturan tata susila) dalam mengatur tingkah laku guru.

Bidan adalah suatu profesi, dan guru dan dosen seorang bidan adalah seseorang yang berkewajiban mencetak tenaga tenaga yang professional di bidang pelayanan kebidanan. Profesionalisme berasal dari kata profesi yang artinya suatu bidang pekerjaan yang ingin atau akan ditekuni noleh seseorang. Profesi juga diartikan sebagai suatu jabatan atau pekerjaan tertentu yang mensyaratkan pengetahuan dan ketrampilan khusus yang diperoleh dari pendidikan akademis yang intensif. Sehingga profesionalisme dapat diartikan sebagai komitmen para anggota suatu profesi untuk meningkatkan kemampuan profesionalnya dan terus menerus mengembangkan strategi-strategi yang digunakannya dalam melakukan pekerjaan sesuai dengan profesinya.

Yang akan kita bahas di bawah ini adalah Rumusan Kode Etik Guru Indonesia yang disusun dalam Kongres PGRI tahun 1973 dan disempurnakan tahun 1989 dan profesionalisme seorang guru dan dosen yang di sebutkan dalam Pasal 20 UU Guru dan Dosen (2005), khususnya dalam tulisan ini yang akan kita terapkan dalam Akademi kebidanan, dimana  dalam  melaksanakan tugas keprofesionalan seorang guru dan dosen berkewajiban untuk: merencanakan Pembelajaran, meningkatkan kualifikasi akademik, bertindak obyektif dalam pemebelajaran, menjunjung tinggi aturan, memupuk persatuan dan kesatuan.

Poin penting yang harus kita sadari sebagai seorang guru dan dosen khususnya pengajar kebidanan adalah penilaian masyarakat pada umumnya yang mengakui bahwa apa yang dikerjakan oleh seorang guru dan dosen, dan bagaimana seorang guru dan dosen melakukan sesuatu, merupakan pancaran dari keyakinan etis dan moral guru dan dosen itu sendiri. Karena guru dan dosen kebidanan adalah rolle model yang akan mencetak figure figure penting yang berperan di masyarakat. Jadi  apabila yang kita lakukan adalah sesuatu yang baik, etis, tidak melanggar norma yang ada di masyarakat sesuai dengan hukum yang berlaku, maka profesi profesi yang kita cetakpun menjadi profesi profesi yang serupa, bahkan harapannya jauh lebih baik, atau minimal hampir sama dengan guru dan dosen yang mengajarnya.

Bila kita berbicara tentang kode eik guru dan dosen di Indonesia, maka  kode Etik Guru, adalah:

  • Guru/dosen membimbing peserta didik membentuk manusia seutuhnya yang berjiwa Pancasila.
  • Guru/dosen memiliki dan melaksanakan kejujuran profesional.
  • Guru/dosen berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahan melakukan bimbingan & pembinaan
  • Guru/dosen menciptakan suasana sekolah sebaik-baiknya yang menunjang berhasilnya proses belajar mengajar.
  • Guru/dosen memelihara hubungan baik dengan orang tua murid & masyarakat sekitarnya untuk membina peran serta & rasa tanggung jawab bersama terhadap pendidikan
  • Guru/dosen secara pribadi, bersama-sama meningkatkan mutu & martabat profesinya
  • Guru/dosen memelihara hubungan seprofesi, semangat kekeluargaan, & kesetiakawanan sosial.
  • Guru/dosen bersama-sama memelihara & meningkatkan mutu organisasi PGRI sebagai sarana perjuangan & pengabdiannya.
  • Guru/dosen melaksanakan segala kebijaksaan pemerintah dalam bidang pendidikan

Sedangkan peran guru/dosen dalam Proses Pembelajaran adalah sebagai:

  • Organisator, guru dan dosen merupakan orang yang berperan menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar
  • Komunikator, guru dan dosen merupakan orang yang berperan menyampaikan materi belajar, baik dengan metode ceramah, diskusi maupun tanya jawab atau metode metode yang lain
  • Fasilitator, guru dan dosen merupakan orang yang berperan menyediakan kemudahan belajar baik itu berupa teknik, cara, dan menggunakan media pembelajaran yang efektif
  • Motivator, guru dan dosen merupakan orang yang berperan dalam mendorong hasrat belajar, bukan hanya membacakan materi pembelajaran
  • Planner, guru dan dosen merupakan orang yang berperan  merencanakan proses pembelajaran, dalam hal ini tidak ada alasan seorang guru/dosen tidak siap materi atau teknik dalam proses belajar mengajar
  • Manajer, guru dan dosen merupakan orang yang berperan dalam mengelola proses pembelajaran
  • Director, guru dan dosen merupakan orang yang berperan sebagai penunjuk arah tujuan pembelajaran, dengan tujuan yang tepat, maka pencapaiannyapun menjadi maksimal
  • Konservator, guru dan dosen merupakan orang yang berperan dalam  memelihara sistem belajar
  • Inovator, guru dan dosen adalah orang yang berperan dalam mengembangkan sistem nilai yang berkaitan dengan profesi profesi akan yang di cetak
  • Transmittor, guru dan dosen merupakan orang yang berperan untuk menterjemahkan sistem-sistem nilai tentunya yang berkaitan dengan peserta didiknya
  • Guider, guru dan dosen merupakan orang yang berperan dalam membimbing kepada kedewasaan , Pembimbing proses belajar
  • Evaluator, guru dan dosen merupakan orang yang berperan dalam menilai hasil belajar, dan sebagai penegak disiplin agar terbentuk profesi profesi yang handal dan berdisiplin tinggi
  • Administrator, guru dan dosen merupakan orang yang berperan di dalam melaksanakan tata administrasi pendidikan
  • Model, guru dan dosen merupakan orang yang berperan dalam  memberikan sumber nilai, panutan bagi peserta didik, jadi bagaimana cara mendidik seorang guru, sedikit banyak akan menentukan hasil didikannya, walau dalam hal ini peran orang tua di rumah tidak kalah pentingnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *