Posted by Erna Setiyaningrum - 16-08-2016 14:03:33 - 0 Comments

Mimpi…. Berbeda dengan impian. Mimpi bisa di maknakan bunga tidur, tetapi mimpi terkadang bukan hanya sekedar sebagai bunga tidur.  Di dalam Kitab Suci di tuliskan bahwa sebagian wahyu di berikan melalui mimpi. Dan yang terkenal adalah mimpi Raja Firaun yang di tafsirkan oleh Nabi Yusuf. Cerita lain menyatakan bahwa Mimpi di tafsirkan sejak 2000 tahun Sebelum Masehi. Sebuah papyrus zaman Mesir kuno dari dinasti ke-XII (1991-1786 SM) di temukan catatan catatan tafsiran mimpi mimpi. Bahkan saat itu marak sebuah kisah dalam mimpi di gunakan sebagai alat nujum (106-43 SM)yang di tentang secara blak blakan oleh Negarawan zaman Romawi Cicero, dan Nabi Muhammad bahkan melarang praktek Nujum dengan menggunakan mimpi.

Dahsyatnya sebuah mimpi menjadikan suatu cerita yang tiada habisnya . Dalam sebuah buku yang di tulis oleh Tony Hazzard, menyatakan bahwa mimpi bisa membantu seseorang memecahkan masalah, mendatangkan inspirasi, bisa jadi menggambarkan kejadian di tempat lain dan lain sebagainya. Mimpi mimpi yang memecahkan masalah pernah di tulis oleh ahli kimia yang berkebangsaan Rusia Dmitri Mendeleev yang menemukan unsure unsure kimia di dalam mimpinya setelah Ia pergi tidur karena kelelahan dalam memecahkan solusi di bidang ilmunya.

Mimpi mimpi yang mendatangkan inspirasi pernah di alami oleh beberapa tokoh besar misalnya yang paling terkenal yaitu Beethoven, saat Ia sedang melakukan perjalanan jauh ke Viena, Ia bermimpi berada di daerah Timur Tengah, di dalam mimpinya ia mendengar sepenggal suara alunan music yang kemudian ia pindahkan dalam bentuk naskah. Mimpi mimpi jenis ini juga di alami oleh para artis , pencipta puisi John Masefield, penulis novel Graham Greene dalam A Burnt Out Case, penulis terkenal Robert Louis Stevenson dalam Dr Jekyll and Mr Hyde, Edgar Allan Poe dalam the Lady Ligeia, Katherine Manfield  di tahun 1918 dalam bukunya yang menjadi legenda Sun and Moon.

Mimpi mimpi yang menggambarkan kejadian di tempat lain, tipe mimpi ini di sebut second sight yaitu kemampuan melihat atau mengetahui sesuatu yang sedang terjadi yang jauhnya bahkan sampai ratusan atau ribuan mil. Seringkali mimpi yang melibatkan second sight berkaitan dengan sesuatu bencana. Mimpi tipe ini kadang di sebut sebagai mimpi ucapan selamat tinggal dari orang yang di kasihi atau masih ada kekerabatan menjelang atau pada saat kematiannya.

Ada satu lagi mimpi yang mencengangkan adalah mimpi prakognitif. Bila mimpi second sight waktunya bersamaan, maka mimpi prakognitif kejadiannya tidak bersamaan, dengan bentuk lain seperti déjà-vu- yaitu suatu perasaan mengalami kembali suatu peristiwa. Dalam hal ini pengalaman tersebut sudah pernah di temui dalam mimpi dan kemudian di alami lagi.

Aristoteles seorang filsuf Yunani menyatakan bahwa mimpi timbul karena adanya rangsangan indrawi pada tubuh seseorang. Hal ini juga di kuatkan oleh pendapat seorang dokter dari Perancis Alfred Maury 1850-an. Dan juga  Freud yang lahir 1856 sebagai seorang ahli psikoanalisis yang terkenal dengan karyanya yang pertama Traumdeutung (Takbir mimpi, The Interpretation of Dream 1900). Yang teorinya di kuatkan oleh sahabatnya yaitu Carl Gustav Jung yang lahir di Swis 1875. Bilamana Freud menganggap mimpi merupakan penjelmaan angan angan atau keinginan keinginan yang tak dapat di realisasikan, maka Jung memandang bahwa mimpi adalah sarana pembimbing yang bermanfaat bagi kesehatan jiwa dari individu yang bersangkutan dalam menjalani kehidupannya. [1]

Batas Wilayah Mimpi

Di tahun 1953 sebuah riset tentang mimpi di lakukan. Saat itu di temukan bahwa gerakan cepat dari mata pada waktu tidur bersamaan waktunya dengan saat bermimpi. Gerakan mata yang cepat di sebut periode REM pada umumnya periode ini mulai terjadi kira kira satu jam setelah tidur. Pada periode ini di dapatkan adanya perubahan dalam pola gelombang otak nyaris seperti gelombang otak pada orang yang benar benar sadar dengan nafas yang meningkat. Di saat inilah mimpi mimpi yang amat jelas dan visual terjadi.

Periode ‘D’ (Dream ) atau di saat gerakan mata yang cepat memakan waktu kira kira 25% dari waktu tidur pada orang orang muda. Bayi baru lahir menghabiskan 50% dari waktu tidurnya pada keadaan ‘D’ ini, sementara pada orang yang berumur 60 an keadaan ‘D’ nya menjadi sedikit berkurang. Tidur pada periode ini banyak di jumpai pada semua mamalia, termasuk anjing, kucing, monyet, gajah, tikus dll bahkan kemungkinan hal inipun terjadi pada burung. Keadaan ‘D’ terpusat di sekitar daerah batang otak dan melibatkan bahan kimia yang di hasilkan oleh tubuh yang di sebut norepinefrin. Fakta lain yang mengejutkan adalah bila seseorang kehilangan periode ‘D’ pada suatu malam, maka di malam malam berikurnya dia akan mengisi tidurnya dengan bermimpi lebih banyak lagi. Sebenarnya keadaan ‘D’ ini bisa pula terjadi saat seseorang dalam kondisi setengah tidur yaitu saat mengawali dan atau saat seseorang mulai terbangun, tapi mimpi dalam periode ini seperti lamunan dan cenderung kurang emosional, kurang rumit dan berlangsung cepat.

Beberapa symbol mimpi yang umum

Rumah, pada umumnya di pakai untuk mewakili segi kejiwaan dari pemimpi, kadang rumah tersebut sudah di kenal dengan baik oleh si pemimpi, kadang ada beberapa tambahan yang tidak di duga, hal ini merujuk pada kepada aspek aspek dari kepribadian pemimpi yang tersembunyi atau belum di ungkapkan. Ruangan dapur menggambarkan suatu perubahan yang terjadi pada kepribadian si pemimpi. Dapur yang kosong dan berantakan menggambarkan kelelahan yang amat sangat, solusinya adalah istirahat.

Seks, adalah adanya nafsu seksual yang tidak terpuasi sehingga terungkap dalam mimpi. Juga merupakan suatu symbol ikatan dengan seseorang.

Kematian, mimpi ini tidak perlu di takutkan karena berkaitan dengan suatu perubahan yang terjadi pada si pemimpi. Mungkin di sertai dengan cemas, yang hal ini di pengaruhi oleh ego yang cenderung tidak menyukai adanya perubahan.

Alat transportasi, symbol ini merujuk kepada perjalanan hidup kita. Apakah kita mengendalikan alat transportasi yang kita gunakan? Apakah kita berjalan terlalu cepat? Apakah kita membelok pada tikungan yang salah? Kereta Api melambangkan kekakuan gaya hidup, karena KA berjalan di atas rel yang tetap tanpa bisa membelok seenaknya. Apakah kita sedang terbang terlalu tinggi dengan pesawat, sehingga bisa hancur bila terjatuh.

Air, di dalam mimpi, air umumnya di gunakan untuk merujuk pada dua bidang utama : pikiran tidak sadar dan emosi, misalnya mimpi air yang semakin naik keatas, menggambarkan perasaan cemas pada si pemimpi, adanya ketakutan pada emosi yang tak terkendali, dan sebagainya.

Jatuh, menyiratkan adanya perasaan takut dan kekhawatiran yang berada di bawah sadar. Semakin dalam jatuhnya semakin dalam rasa kekhawatirannya.

Lari, sedang di kejar kejar mencerminkan perasaan cemas atau rasa tidak percaya diri adanya perasaan tegang dan khawatir.[2]

Selamat bermimpi, hiduplah dan bersahabatlah dengan mimpi mimpimu, bila perlu engkaulah pengendali atas mimpi mimpimu, buatlah mimpimu indah sepanjang malam, karena kaulah penguasa atas alam sadar dan alam bawah sadarmu.

 

 

 

 

 

 


[1] Sumadi Suryabrata, Psikologi Kepribadian, Raja Grafindo Persada, Jakarta

[2]              Tony Hazzard, 1994 Misteri Mimpi & Maknanya, Arcan , Jakarta